Sebenernya saya bingung harus mulai dari mana, tapi tak apa, biarlah semuanya
mengalir begitu saja ya. Dimulai dari saya ingin cerita tentang jurusan saya,
jurusan yang sama sekali tidak terpikirkan akan saya ambil ketika berkuliah,
yang saya baru tahu waktu detik-detik masa SMA berakhir, tapi Alhamdulillah,
Allah kasih yang terbaik bagi saya saat ini.
Kalau dipikir-pikir, emang rencana Allah itu indah
banget, asli. Baru nyadarnya sih sekarang-sekarang ini.. so buat kalian yang
lagi dalam masalah atau lagi dala keraguan akan suatu hal, mantapkan hati,
yakinin kalau ini tuh yang terbaik untuk kamu, yang Allah pilihan untuk kamu. Ngga
mungkin kan Allah kasih yang ngga baik buat hambanya?
Ok lanjut cerita, sebelumnya saya sama sekali ngga
tahu apa itu jurusan fisioterapi setelah melihat daftar jurusan di penerimaan
mahasiswa baru Universitas Indonesia jalur PPKB. Fyi, jalur PPKB ini jalur rapot ya dan ngga semua sekolah dapat
jalur ini, namun untuk memastikan sekolah kalian terdaftar di jalur PPKB UI
atau engga, coba tanyakan ke pihak Tata Usaha atau Kesiswaan ya!
Daftar jurusan D3 kesehatan yang ada di PPKB itu ada
tiga, yaitu Perumahsakitan, Fisioterapi, dan Okupasi Terapi. Karena daridulu
saya ingin ambil yang kesehatan, jadi saya cukup tertarik ke Fisioterapi dan
Okupasi Terapi. Tapi entah kenapa, dibanding Okupasi, hati saya lebih condong
ke Fisioterapi. Udah mulai ada rasa kali ya?
Saya tanya- tanya mbah Google dan berhasil menemukan
pencerahan terkait apa itu fisioterapi disalah satu web yang ternyata beliau
adalah senior fisioterapi UI, webnya ini yah.. silahkan diklik disini untuk lebih lanjut.
Karena sudah tercerahkan, saya putuskan untuk ambil
jurusan ini dan Alhamdulillah saya keterima. Namun ada perbimbangan lain,
dijalur lain yaitu SNMPTN, saya juga Alhamdulillah keterima dijurusan kesehatan
juga disalah satu kampus di Jatinangor. Bimbang deh saya.. tapi atas berkat doa
orangtua dan mohon petunjuk dari Allah, saya tetap mengambil jurusan
Fisioterapi UI.
Awal masuk ke jurusan ini, saya belajar banyak hal
dimulai dari dasar-dasar ilmu kesehatan, seperti anatomi, fisiologi, pengantar
dan konsep fisioterapi, dan lain-lain. Oh iya ngga lupa belajar juga bahasa Indonesia,
pendidikan kewarganegaraan, etika, bahasa inggris, pendidikan agama dan
lain-lain. Maaf ya saya lupa hehe.
Untuk semester satu dan dua, masih hal-hal dasarnya
fisioterapi. Anatomi, mengenal bagian-bagian tubuh manusia mulai dari otot,
tulang, saraf, ligament, tendon dan lainnya. Fisiologi, mengenal bagaimana
proses mekanik, fisik, dan biokimia fungsi manusia yang sehat seperti bagimana
jantung dapat memompa darah, bagaimana ginjal dapat memproses urine, dan lain
hal. Belajar biologi kedokteran, patofisiologi, kinesiology dan biomekanik,
sumber fisis (ini teori tentang terapi modalitas menggunakan alat-alat
fisioterapi), dan tak lupa terminologi kedokteran. Walau bagaimanapun, kita, sesama
praktisi kesehatan harus mengetahui istilah-istilah kesehatan dan kedokteran.
Untuk semester tiga, kita sudah dapat lebih mengenal
fisioterapi-nya secara mendalam. Di semester ini, kita belajar terapi latih,
terapi manipulasi, terapi modalitas dan lain-lain. Oh iya kita juga belajar
dasar psikologi dan perkembangan. Kenapa harus mempelajari psikologi juga? Karena
pekerjaan fisioterapi fokusnya adalah melayani manusia, dimana setiap manusia
memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda kan, disamping itu, kita juga
harus paham bahwa manusia adalah makhluk yang penuh dengan kejutan. Dan karena
semester ini udah lebih ke fisioterapi banget, harus rajin-rajin belajar. Pengalaman
saya dan teman-teman saya, semester tiga ini, semester yang lumayan membuat IPK
terjun payung tanpa aba-aba.
Lebih seru lagi disemester empat dan lima, ya karena
keputusan ganti kurikulum, alhasil angkatan saya harus mulai praktek klinik
disemester empat. Satu semester empat bulan, dua bulan kita belajar di kampus,
dua bulan lagi kita praktek klinik disalah satu Rumah Sakit, kalau UI, biasanya
antara RSCM atau RSUP Fatmawati Jakarta. Disemester ini, sudah lebih
kepeminatan di fisioterapi.
Jadi, di fisioterapi terdapat pembagian peminatan
seperti halnya kedokteran, namun tidak sebanyak kedokteran. Jadi apa
peminatannya?
1. Pediatri,
mempelajari tentang tumbuh kembang anak
Kasus seperti apa nih yang bisa
fisioterapi handle? Buanyak... salah
banyaknya adalah Cerebral palsy, Down Syndrome, Global Delay Development, Erb’s
Palsy, gangguan sensory dan masih banyak lagi. Nanti akan dibahas salam satu
artikel tentang fisioterapi pediatric ya!
2. Muskuloskeletal,
mempelajari kasus terkait dengan tulang belulang
Kalau yang ini khusus kasus
spesialis tulang seperti patah tulang, osteoporosis, sakit punggung, cidera di
kaki dan masih banyak lagi
3. Neuro,
kalau ini yang berkaitan dengan saraf
Kasusnya lebih banyak juga, seperti
Spinal Cord Injury, Stroke, sakit kesemutan, brachial plexus injury, bells
palsy dan masih banyak lagi.
4. Kardiopulmonal,
dari namanya sudah bisa ditebak ya. Yups berkaitan dengan jantung dan paru-paru
Kalau peminatan ini, harus lebih
hati-hati, sering dikontrol nadi dan pernapasannya karena bahaya ya kalau
pernapasan dan nadinya tiba-tiba tidak normal. Kasus yang biasa terjadi itu
pneumothoraks, pneumonia, asma kronik dan masih banyak lagi
5. Sport,
ya berhubungan dengan olahraga
Kalau di UI, kita belum mempelajari
untuk masuk ke mata kuliah, tapi bisa sedikit belajar kalau gabung TBF (Tim
Bantuan Fisioterapi) UI. Di agenda ini, kita ada pengarahan untuk belajar
materi yang tidak didapatkan di kelas. Banyak eventnya juga loh, bisa jadi
volunteer di acara-acara sport, contohnya kaya Jakarta Maraton dan masih banyak
lagi.
6. Kesehatan
Wanita, ini masih jarang dan masih ingin dikembangkan di Indonesia katanya.
Ok lanjut di semester 6, kita full magang selama 4
bulan di semua peminatan yang ada dikurikulum, yaitu pediatric, muskulo, neuro
dan respirasi. Selain magang, kita dituntut juga untuk membuat TKA sebagai
syarat kelulusan program D3.
Nah lalu sebenernya pengertian fisioterapi itu apa
sih?
Jadi menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI no 65
tahun 2015 yang menyatakan bahwa Fisioterapi
adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau
kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual,
peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan
fungsi, komunikasi.
Dari pernyataan tersebut bisa disimpulkan ya, bahwa
fisioterapi mengambil peranan dalam tahapan perkembangan manusia sejak lahir
bahkan sampai tua. Jadi jangan ragu ya untuk mengambil jurusan fisioterapi saat
dibangku kuliah nanti!
Feel free to contact me on ervinadrd@gmail.com if you have any question.
See YOUuuUUU!!!